Aku menengadah ke atas langit.
Membiarkan bola mataku bergerak liar, berputar-putar.
Menghidupkan imaji yang seakan terus mendesak ke luar.
Merelakan janji yang belum sempat aku bagi.
Dengan siapa pun di muka bumi.
Aku menatap kosong hamparan sawah menghijau.
Membiarkan diri masuk dan merasuk ke dalam sendi-sendi padi.
Menghidupkan asa yang selalu saja mencoba menjadi nyata.
Menegaskan karya yang belum sempat aku jamah.
Dengan apa saja di muka bumi.
Mataku menerjang kedalam rimbunan pohon.
Menggeliat melalui sela-sela dahan.
Menekuri butiran-butiran air di ujung daun.
Menggerayangi kulit pohon yang sebagian mengelupas.
Kembali menghidupkan pikiran akan kokohnya arti sebuah kerja keras.
Meyakinkan mimpi bahwa ini belum usai.
Dengan bagaimana pun cara yang ada di muka bumi.
Aku memandang kerlipnya bintang malam.
Tanpa kata. Tanpa suara.
Hanya desah nafas yang terdengar satu dua.
Merekatkan potongan-potongan kisah yang berserakan.
Menghidupkan masa depan yang mungkin akan berjalan jauh lebih baik.
Hingga membuat luapan semangat kembali terpompa.
Menjanjikan kehidupan yang mekar,bebas, tapi tetap terpagari.
Aku mengamati kepakan sayap kutilang yang melintas.
Naik turun, berjuang terbang untuk mencari makan.
Kadang sendiri, tetapi lebih sering bersama kelompok.
Meniupkan berbagai macam harapan.
Melipurkan gundah yang seharusnya memang tak ada.
Karena semua jiwa ada jatahnya. Karena semua usaha ada bayarannya.
Karena jalan selalu ada.
Kesempatan selalu terbuka.
Asal kita mau. Asal kita ingin.
di dalam kamar, April 2011
No comments:
Post a Comment