Friday, April 15, 2011

1st

Terlanjur cinta, 2004
Untuk : laki-laki yang hanya tebar pesona

Matanya terus menatap tajam ke arahku
Mengamati tingkahku hingga memberi isyarat bahwa dia sedang memperhatikanku
Aku berontak… jiwa ini tak tenang…
Siapa yang tahu apa yang dipikirkannya tentang ku? Siapa yang berani meyakinkanku  bahwa dia benar menyukaiku?
Ku kira tidak akan ada orang yang berani bertaruh mengenai hal itu
Tapi biarlah ini menjadi cerita hatiku, biarkan hanya aku yang tahu kisah ini
Biarkan sorot mata itu terus di hati dan biarkan aku terus tenggelam ke dalam khayal indah itu…
Aku menyukainya…
Walau kenyataan menyangkal dan biarkan aku terus membangun mimpi itu untuk hatiku…

No comments:

Post a Comment