Sunday, April 24, 2011

karena cinta

 Jari jemari menggenggam.
Tak ada yang dapat ditangkap. Bahkan angin yang bergerak perlahan.
Seakan enggan berempati.
Kosong, tak ada yang bisa diraih.
Hampa, tak ada yang menyambut.
Sekalipun dengan sekuat tenaga berusaha.

Gigi gemeretak gemetar.
Kedinginan. Padahal tidak hujan, apalagi salju.
Menjadi seakan acuh tak acuh.

Senyum merekah simpul.
Tak ada yang dapat dicerna. Bahkan lelucon tak cukup mampu membuat tawa meledak.
Seakan enggan bersimpati.
Hambar, tak ada yang bisa dirasa.
Getir, tak ada yang menghampiri.
Sekalipun dengan sepenuh hati berusaha.

Karena cinta tak akan datang sekarang.                                                     
Karena cinta sudah memilih, kepada siapa dan kapan waktunya.
Karena cinta tidak bisa tiba-tiba datang.
Karena cinta perlu biaya untuk sampai, kepada siapa yang dimau.
Karena cinta selalu penuh misteri.
Karena cinta sudah terlanjur memiliki arti hakiki.

kesadaran jiwa


Aku menengadah ke atas langit.
Membiarkan bola mataku bergerak liar, berputar-putar.
Menghidupkan imaji yang seakan terus mendesak ke luar.
Merelakan janji yang belum sempat aku bagi.
Dengan siapa pun di muka bumi.

Aku menatap kosong  hamparan sawah menghijau.
Membiarkan diri masuk dan merasuk ke dalam sendi-sendi padi.
Menghidupkan asa yang selalu saja mencoba menjadi nyata.
Menegaskan karya yang belum sempat aku jamah.
Dengan apa saja di muka bumi.

Mataku menerjang kedalam rimbunan pohon.
Menggeliat melalui sela-sela dahan.
Menekuri butiran-butiran air di ujung daun.
Menggerayangi kulit pohon yang sebagian mengelupas.
Kembali menghidupkan pikiran akan kokohnya arti sebuah kerja keras.
Meyakinkan mimpi bahwa ini belum usai.
Dengan bagaimana pun cara yang ada di muka bumi.

Aku memandang kerlipnya bintang malam.
Tanpa kata. Tanpa suara.
Hanya desah nafas yang terdengar satu dua.
Merekatkan potongan-potongan kisah yang berserakan.
Menghidupkan masa depan yang mungkin akan berjalan jauh lebih baik.
Hingga membuat luapan semangat kembali terpompa.
Menjanjikan kehidupan yang mekar,bebas, tapi tetap terpagari.

Aku mengamati kepakan sayap kutilang yang melintas.
Naik turun, berjuang terbang untuk mencari makan.
Kadang sendiri, tetapi lebih sering bersama kelompok.
Meniupkan berbagai macam harapan.
Melipurkan gundah yang seharusnya memang tak ada.
Karena semua jiwa ada jatahnya.  Karena semua usaha ada bayarannya. 
Karena jalan selalu ada.
Kesempatan selalu terbuka.
Asal kita mau. Asal kita ingin.

                                                                                          di dalam kamar, April 2011

Sunday, April 17, 2011

My lovely father


Aku menatap lamat-lamat wajahnya.
Penuh kebajikan dan kebijaksanaan.
Membuatku selalu merasa tersanjung apabila berada disampingnya.
Mendengar kisahnya, apalagi keluh kesahnya akibat sifatku.
Tak selalu banyak bicara,tapi aku mengerti maksud tingkahnya.

Aku menapaki jejak-jejak langkahnya.
Aku runuti sejarah hidupnya.
Aku ikuti kemauannya.
Dia selalu ingin aku bahagia dan baik-baik saja.
Tak selalu banyak bertanya,tapi aku tahu harus berbuat apa.

Aku menangis tertahan melihat perjuangannya.
Tanpa mampu membalas sedikitpun apa yang sudah diberi.
Aku begini, karena dia yang selalu ingin keadaannya menjadi begini.
Bahkan mungkin dia ingin lebih dari ini.
 Tak selalu banyak kata, tapi segala ekspresinya sudah terlihat gamblang.

Aku menghormatinya selalu.
Aku menjaga kepercayaannya selalu.
Apapun dan bagaimana pun keadaannya.
Apapun dan bagaimana pun dia pernah sekali menyakiti.
Tak selalu banyak menerima, tapi aku tahu dia cukup bangga.


Aku menginyakan semua yang ia jelaskan.
Semua pengertiannya tentang hidup.
Semua pemahamannya tentang masa depan.
Yang baik, atau bahkan lebih baik.
Tak pernah berakibat jelek, apalagi buruk untukku.

Dia terus memperhatikanku.
Hingga sekarang.
Karena pekerjaan rumahnya masih tertinggal. Satu lagi.
Karena aku anak gadisnya yang pertama.
Yang belum menemukan pelabuhan terakhirnya.
Maka, dia terus menceramahiku tentang pasangan hidup sejatinya seperti apa.
Tak pernah membuatku pusing, tapi aku mengerti banyak hal tentang itu.

Satu dua rambut putihnya menyembul.
Membuatnya menjadi tidak muda lagi.
Aku susuri garis-garis keriput yang mulai nampak.
Membuatnya menjadi seorang yang mulai tua sekarang.
Tak pernah banyak mengeluh,tapi aku tahu tubuhnya mungkin sudah mulai renta.

Aku akan menjaganya sekarang.
Seperti dulu,kedua tangannya telah begitu hebat memapahku berjalan.
Aku akanmenjaganya sekarang.
Seperti dulu, kedua kakinya telah banyak menopang tubuhku.
Aku akan menjaganya sekarang.
Seperti dulu,pundaknya sering aku gunakan untuk mengadu dan menangis.
Aku akan menjaganya sekarang.
Seperti dulu,kedua matanya tak pernah letih mengawasiku belajar.
Aku akan menjaganya sekarang.
Seperti dulu,dengan suaranya begitu sabar menjejali rumus matematika yang susah sekali aku cerna.
Aku akan menjaganya sekarang.
Karena ia telah banyak memberi arti dalam pendirianku, dalam pemahamanku, dalam prinsipku, dan dalam makna-makna yang hanya tercermin dalam caraku menyikapi hidup.

                                                                                                AYAHKU SEORANG JAGOAN, Ruang tamu rumah, 
 April 2011

Friday, April 15, 2011

16th

Sendiri di halte, 2011
Segala apa yang aku rasa belum cukup menerjemahkan apa yang ada
Waktu terus saja bergerak, meninggalkan jejak-jejak kaki yang berjalan melemah dan hanya menapaki gontai…
Meluluhkan angan, asa, dan harapan yang sama sekali belum terjamah untuk digapai
Terbuai dan akhirnya bergelung menjadi sebongkah kenyataan

15th

Senja di Stasiun Juanda, 2011

Kata orang, hidup harus selalu dinikmati
Seperti kumbang yang menyukai madu, seperti bumi yang butuh matahari, seperti sawah yang berharap pada hujan, seperti semut yang mengerumuni sebongkah gula
 seperti air mengalir dan berjalan terus tak tentu arah, semau yang diingin…
Walau kadang cerahnya pagi harus terbentur hujan,
Walau sering terangnya bulan tertutup gelapnya malam, awan hitam dan menjadi kelam…
Walau itu yang dirasa…
Walau itu yang sangat terasa…
Tetap teguh pada keyakinan, penuh semangat seperti bendera
Walau angin kencang berhembus, tetap tegak dan terus berkibar…

14th

Perempuan, 2010
Perempuan bukan sebuah objek
Perempuan adalah subjek
Jika kau bertanya tentang perempuan, jangan tanyakan pada logika…
Perempuan sedikit dimengerti olehnya
Hanya perasaan yang mampu menjawab seperti apa perempuan kebanyakan
Jangan pula tanyakan pada bulan matahari, bulan atau bintang…
Tapi coba kau merenung di tepi sungai, laut atau pada apapun yang mengalir
Karena perempuan tak mampu menunggu lama
Karena perempuan tak mampu sendiri
Perempuan harus bersandar…
Kesendirian perempuan bagai batang tanpa daun, tanpa bunga
Merasa diri tak berarti dan tak mempunyai arti…

13th

Kata orang punya pacar itu indah
Bisa bikin senang kalau dia datang… Bisa bikin kita bahagia serasa dunia milik berdua
Ada yang merhatiin, ada yang dikangenin
Bisa bikin kita tertawa hari ini, tapi menangis malam berikutnya
Selalu terbawa suasana dan rasa… pacar… kekasih… atau apalah namanya mengalahkan sahabat sejati… ia punya tempat tersendiri di hati
Di mana pacar ? di mana kekasih ?
                Kata oang gadis seumurku harusnya punya pacar, yang bias bikin kita berpikir lebih dewasa, dengan semua komitmen yang ada…
Bisa bikin kita semangat, atau melompat-melompat kegirangan
Di mana pacar ? di mana kekasih ?
Kata orang setiap manusia punya jodohnya masing-masing
Apa pacar sama dengan jodoh? Atau jodoh adalah pacar?
Tak taulah mana yang benar,
Aku pikir jodoh adalah belahan jiwa
Di mana jodoh ? di mana belahan jiwa?
                Kata orang punya pacar itu ibarat bikin kopi
Jangan terlalu banyak memberi nanti akan menjadi pahit, tetapi juga jangan terlalu sedikit nanti tidak ada aroma…
Aduk yang rata, maka semua rasa akan bercampur mulai dari pahitnya kopi  hingga manisnya gula
Dan menjadikannya nikmat dan ketagihan…
Kata orang punya pacar itu pengakuan
Merasa lebih baik apabila tau kita dimiliki, tidak seperti orang asing
Merasa sendiri, merasa tak ada yang perduli
Sungguhpun aku tak mau seperti ini, terlalu menyesakkan hati
Di mana pacar ? di mana kekasih ?

12th

Tembok ini sudah usang, telah lama dibiarkan tanpa ada lagi yang merawatnya
Tapi nyatanya sekarang aku tahu apa gunanya
Ironis memag, ternyata pada tembok tua yang lapuk  ini aku sandarkan, rela untuk menopang berat tubuhku dan semua kerumitan yang menggelayut
Tanpa ada kata mengeluh, ia tetap tegak… Tanpa bergeser sesentipun, ia tetap kokoh
Ia rela mendengar isak tangisku… Ia sabar menunggu hingga jeritan hatiku tak terdengar lagi
Ia mampu seperti itu, melihatku, berada di sampingku terus, hingga akhirnya aku lelah dan tertidur
Tembok ini hanya saksi bisu
Dimana aku sangat menantikan seseorang yang punya peran seperti itu
Tapi tak ada yang datang
Aku coba berontak, tapi tak kuasa
Aku coba melawan, tapi tak mampu
Maka biarkan ini terjadi seperti apa adanya dan biarkan banyak hal terungkap tanpa kita sadari
Aku menunggu hari itu… Mencoba membujuk hati agar sedikit saja bersabar hingga bisa memutuskan hal yang tepat pada waktu yang tepat pula…

11th

@ Tepi danau UI,
Ketidakmengertian menjawab semua kesalahan… ketidaktahuan memberi arti pada semua jawaban…
Aku tak akan menyerah, sampai aku tahu bahwa tidak ada jalan lain yang lebih benar dari hanya sekedar menunggu
Aku tak butuh engkau, tapi aku butuh kepastian
Manusia tanpa harapan bagai mati.
Ku harap kau telah banyak memberi pemahaman pada semua kebenaran
Ku harap kau tahu apa rasanya penyesalan sebelum semua terlambat, hingga aku putuskan untuk pergi tanpa harus memberi semua penjelasan lagi…

10th

Sweet seventeen anniversary

Biarkan hidup membawaku pada suatu masa bernama kedewasaan
Dan biarkan kenyataan dan pengalaman memberiku banyak pemahaman
Tak ku hiraukan berapa lama aku menangis karena menyesali hidup,
Karena aku tahu jika ada penyesalan maka akan berujung pada serangkaian perubahan
Setidaknya aku harus memilih untuk lebih mengerti siapa diri ini
Dan aku telah yakin bahwa aku akan mendermakan hatiku untuk member ruang yang begitu luas pada kejujuran dan kebaikan
Karena aku butuh keduanya untuk mengarungi hidup di sisa umurku…

9th

Teriknya matahari di atas kepala, Februari 2007

Matahari hari ini seperti API, bersinar sangat terik
Seolah ingin menunjukkan keperkasaannya
Memberikan pengetahuan bahwa Dia sedang marah atau memang hanya mencoba memberi tahu tentang arti hadirnya… tentang keberadaannya…
Andai aku bisa sedikit saja memberi sedikit saja kesejukan untuknya… Andai bisa kuubah sikapnya…   Karena perubahan sikap terjadi bila ada tindakan besar, bukan?  Dan itu tak cukup hanya aku saja…
Mana matahariku yang dahulu ada?          
Matahari yang memberi kehangatan
Matahari yang memberiku banyak pengharapan pada pagi dan memberi keteduhan pada dunia

8th

Entah mengapa waktu dengan cepat bergulir… Mampu menggerus begitu banyak mimpi di kepala…
Membuat jarak yang menganga pada kenyataan dan meninggalkan kenangan dan penyesalan
                Menyadarkan diri tentang masa depan, aku bukan seorang remaja lagi
                AKU seorang berbeda…
                Aku benar-benar merasakan hal itu
Tapi aku ragu
Aku banyak menyangsikan masa depan
Aku takut melangkah ketika aku belum memiliki pijakan yang kokoh

Apa ini AKU?
Apa aku benar sudah dewasa ketika merasa seperti ini?
Atau ini hanya perasaan sok tahuku saja?

Malam biru di 2006 menuju 2007

7th

Di penghujung tahun 2006

Aku benci mengetahui terlalu banyak hal
mengetahui hal-hal yang harusnya tak perlu aku tahu
Merasakan hal-hal yang terlalu membuat aku sesak
Aku tak pernah minta untuk menjadi seorang yang PEKA, aku ingin menjadi seorang biasa, mengetahui sesuatu yang sudah terjadi dan bukan merasakan gejala-gejala yang ada
Aku benci menjadi seperti ini
Masih bolehkah aku memilih???

6th

Angin tak lagi bertiup seperti biasa…. Ini tidak biasa...
Banyak yang berubah
Bahkan hujan kini tak lagi bersahabat
Entah siapa yang salah hingga ikatan di antara kita sampai putus…
                Dulu, aku merasakan banyak nikmat hujan
                Aku selalu rindu… hingga kadang tenggelam di derasnya hujan…
                Ku rindu angin bertiup sepoi, mengibaskan banyak duka dalam pikiran
                Ku rindu hujan yang memecah keramaian menjadi kedamaian…
                                Aku rindu mereka…
                                Aku rindu keduanya, yang memberiku banyak pengertian dan pemahaman
Harus kemana aku cari mereka?
Karena aku benar-benar merindukannya…
Malam panjang setelah tsunami, 2006

5th

Mimpi itu beterbangan bagai debu, terbawa angin dan larut dalam udara yang semakin menyesakkan dada
Kau telah meniup nyala lilin itu, berani untuk melepas sebuah rasa yang kau tahu ini cukup untuk melindungimu
Memang tak ada kata yang mengisyaratkan agar aku tetap disini…
Maka ku mohon tetap lah di sana, jangan pernah melangkah lagi
Biar aku dapat terus mengamatimu dan kembali bersembunyi ketika kau mulaimenyadari keberadaanku

4th

Di ujung penantian tahun 2004
Berhenti untuk mencintai membuat hati ini terluka, tapi mengetahui bahwa tidak mungkin memilikinya jauh lebih sakit rasanya
Aku tak tahu sampai kapan kau akan menyelesaikan adegan ini, aku bahkan tak mengerti akhirnya akan menjadi seperti apa
Tapi terus menunggumu di sini sama saja mengambil alih seluruh ruhku…
                Kadang kala kita memang harus lebih peka agar lebih banyak memahami
                Dan aku meminta kesediaanmu untuk itu...
Karena pada hari ini aku akan memutuskan hal terpenting dalam hidupku dan untuk masa depanku
Walau mungkin aku harus kehilangan dirimu
Aku ternyata lbih rela untuk menangis sehari semalaman daripada aku harus terus terluka di sisa-sisa hidupku

3rd

Penantian, 2004
Aku memandang lurus
Ku lemparkan khayalku di tengah lautan sana, membiarkannya terombang-ambing dan terbawa oleh arus gelombang
Hujan rintik yang membasahi tubuhpun tidak aku perdulikan
Aku biarkan semua hingga emosi yang berecamuk menjadi reda…
                Diam adalah caraku… Berdiri adalah penantianku…  dan menunggu adalah jawabanku…
Tak masalah bagiku bahwa suatu hari nanti aku tahu,
Ternyata kau tidak kembali melalui jalan ini, malah berputar atau bahkan kau menemukan pelabuhan yang lain
Aku yakini, ini adalah janjiku dan aku akan menepati itu hingga kau menyadarkanku dan membawa ruhku kembali pulang ke jasadnya

2nd

Masih terlajur cinta…
Jangan pernah salahkan aku jika sekarang aku menaruh hati padamu…
Jangan pernah begitu, karena kau benar-benar ada di hatiku saat ini…
                Kau yang memulai, maka aku akan membiarkanmu untuk mengakhirinya…
Aku selalu diam, bukan karena aku tidak tahu, tapi aku mengerti bahwa inilah keadaan yang terbaik…
Setidaknya bagiku…
Maka jangan pernah berharap kau akan tahu apa yang ku rasakan…
Karena aku akan menutup mata, hati, dan telingaku…
Hingga kau menyadarkanku dan menyakini untuk memberitahu “rahasia hatimu” pada orang lain,  dan kau telah merasa benar-benar percaya bahwa keberanianmu akan meluluhkan kerasnya dinding hatiku…

1st

Terlanjur cinta, 2004
Untuk : laki-laki yang hanya tebar pesona

Matanya terus menatap tajam ke arahku
Mengamati tingkahku hingga memberi isyarat bahwa dia sedang memperhatikanku
Aku berontak… jiwa ini tak tenang…
Siapa yang tahu apa yang dipikirkannya tentang ku? Siapa yang berani meyakinkanku  bahwa dia benar menyukaiku?
Ku kira tidak akan ada orang yang berani bertaruh mengenai hal itu
Tapi biarlah ini menjadi cerita hatiku, biarkan hanya aku yang tahu kisah ini
Biarkan sorot mata itu terus di hati dan biarkan aku terus tenggelam ke dalam khayal indah itu…
Aku menyukainya…
Walau kenyataan menyangkal dan biarkan aku terus membangun mimpi itu untuk hatiku…